info@jparsyad.com
0274-370491 / 0813 2886 3719 / 0812 2562 1202

Blog

INILAH PERBEDAAN DARI PERSETUJUAN, PERJANJIAN, PERIKATAN, DAN KONTRAK

Kamu mungkin masih bertanya-tanya apa persetujuan, perikatan, perjanjian dan kontrak itu sama atau hanya sekedar istilah saja tapi bentuknya sama. Jika kita berbicara mengenai perbedaan suatu istilah, mari kita mulai dari pengertiannya terlebih dahulu.

Kita mulai dari kata persetujuan, menurut KBBI perjanjian adalah pernyataan setuju (atau pernyataan menyetujui); pembenaran (pengesahan, perkenan, dan sebagainya). Sedangkan jika kita mencari di KUHPer tepatnya di pasal 1313, maka perjanjian merupakan “suatu persetujuan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih.”

Kemudian pengertian dari perjanjian menurut KBBI ialah persetujuan (tertulis atau dengan lisan) yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yang tersebut dalam persetujuan itu. Sedangkan kontrak merupakan perjanjian (secara tertulis) antara dua pihak dalam perdagangan, sewa-menyewa, dan sebagainya.

Selanjutnya mengenai perikatan yang dalam KBBI berarti pertalian; perhubungan; perserikatan; persekutuan. Dalam KUHPer pasal 1233: “Perikatan, lahir karena suatu persetujuan atau karena undang-undang” dan pasal 1352: “Perikatan yang lahir karena undang-undang, timbul dan undang-undang sebagai undang-undang.”

Ditambah menurut Ricardo Simanjuntak dalam bukunya “Teknik Perancangan Kontrak Bisnis” pada halaman 30-32 menyatakan bahwa kontrak merupakan bagian dari pengertian perjanjian. Perjanjian sebagai suatu kontrak merupakan perikatan yang mempunyai konsekuensi hukum yang mengikat para pihak yang pelaksanaannya akan berhubungan dengan hukum kekayaan dari masing-masing pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut.

Dari pemaparan pengertian diatas kita dapat membedakan dan menyatakan diantara keempat istilah tersebut. Dari berbagai istilah diatas ada yang memiliki persamaan, yaitu persetujuan sama dengan perjanjian, baik persetujuan/perjanjian, perikatan maupun kontrak melibatkan setidaknya 2 (dua) pihak atau lebih, dan dasar hukum persetujuan/perjanjian, perikatan maupun kontrak, mengacu pada KUHPerdata.

Mengenai perbedaannya, dari definisi-definisi yang telah dipaparkan di atas, kita dapat melihat perbedaannya adalah pada tahapan dan implikasinya.

Jadi, persetujuan terlebih dahulu lalu menimbulkan perikatan. Perikatan yang muncul karena persetujuan dapat dinamakan perjanjian (dapat lisan dan tertulis) dan kontrak (khusus tertulis). Kemudian dapat disebut sebagai kontrak apabila memberikan konsekuensi hukum yang terkait dengan kekayaan dan mengikat para pihak yang saling mengikatkan diri dalam perjanjian. Menurut Ricardo, sebelum memiliki konsekuensi hukum, suatu perjanjian tidak sama artinya dengan kontrak.

Perikatan berupa perjanjian juga mempunyai konsekuensi hukum jika dibubuhkan dalam hitam datas putih maupun secara lisan dengan persetujuan kedua pihak dan dapat dibuktikan dengan adanya saksi. Pembuktian lebih kuat lagi atau dapat dikatakan akta otentik jika pembuatannya dilakukan dihadapan notaris.

Perikatan adalah suatu perhubungan hukum anatara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu.

Leave a Reply